Sunday, July 7, 2013

SERBA ANEH : KETEMU ORANG ANEH DI TOKO BUKU YANG ANEH

Kemarin, saya ke toko buku di sebuah mall, ketika sedang asik-asiknya membaca beberapa buku, tiba-tiba muncul orang di depan saya menyodorkan bolpen dan buku kecil. Saat itu saya dalam posisi menunduk membaca buku. Posisi bolpen dan buku orang tersebut di antara mata dan buku yang saya baca. Orang ini sangat mengganggu karena menghalangi pandangan mata saya dan dia tidak mau menyingkirkan tangan dan benda yang ia sodorkan kepada saya.

Ketika saya melihat wajah orang tersebut, nampak seorang bapak-bapak dengan kemeja rapih dengan senyum terpaksa yang diusahakan menawan, mengempit dompet sambil menyodorkan bolpen dan buku kecil. Saya bingung karena dia tidak mengucapkan sepatah kata pun, hanya menyodorkan bolpen dan buku kecil. Saya pun bertanya, "ada apa pak?". Tanpa mengucapkan sepatah kata, dia semakin tersenyum dan semakin menyodorkan bolpen dan buku kecilnya itu.

Wajah orang tersebut membuat saya terheran-heran (bukan terpesona loh) dan betul-betul terganggu, karena senyumnya kok aneh dan agak menakutkan. Saya pun berusaha mencari penjaga toko buku ini untuk membantu saya. Namun ketika saya panggil penjaga toko buku ini, mereka tidak menghampiri, malah sibuk sendiri. Dan bapak ini tetap kekeh menyodorkan bolpen dan buku kecil tersebut.

Akhirnya saya pun memperhatikan apa yang dia sodorkan. Buku kecil tersebut ternyata sebuah buku daftar sumbangan dari sebuah yayasan untuk anak-anak. Bolpen tersebut untuk meminta tanda tangan saya setelah menyumbang. Ketika saya kembali menatap wajah orang ini, dia hanya tetap tersenyum (semakin lebar) dan menggerakkan tangannya memberi tanda bahwa dia meminta saya menyumbang.

Dalam pikiran saya saat itu, yang tadinya saya berpikir orang ini sangat menganggu, saya jadi berpikir bahwa orang ini memang tidak bisa bicara dan mewakili anak-anak untuk meminta sumbangan. 'Wah sulit sekali pekerjaan dia dan sungguh mulia', pikirku. Saya pun menggambil dompet, dan selembar uang untuk turut serta menyumbang. Setelah tanda tangan, orang ini menyodorkan tangannya mengajak berjabat tangan, saya pun tersenyum dan berjabat tangan dengannya.

Orang itu pun berjalan menjauh dari saya sambil menghitung isi dompet yang ia kempit. Lalu tiba-tiba ia bersuara, "Yah! Baru segini!" Saya kaget ternyata dia bisa berbicara. Dan ketika ia menyadari kalau saya menatap dia, ia tersenyum mengejek kepada saya. Lalu ia menghampiri orang lain yang berada di toko buku tersebut, dan melakukan hal yang sama kepada saya tadi, menyodorkan bolpen dan buku kecil tersebut sedekat mungkin ke wajah orang yang sedang membaca buku, dan tidak mau beranjak sampai orang yang ia hampiri itu menyumbang. Dan seperti tadi juga, si penjaga toko tetap tidak peduli. Alhasil banyak orang yang keluar dari toko buku tersebut karena merasa tidak nyaman

Hikmah dari kisah ini apa yah? saya jadi bingung hahahahahahha...just want to share....

4 comments:

  1. Some people think that the truth can be hidden with a little cover-up and decoration. But as time goes by, what is true is revealed, and what is fake fades away.

    ReplyDelete
  2. hikmahnya adalah ga boleh baca buku sambil nunduk. coba kalo sambil bok*r, mungkin kejadiannya ga kayak gini *eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang paling mantap kalo baca buku sambil bok*r...wkwkwkwkwkwkwkw

      Delete